Universal Health Coverage (UHC) saat ini menjadi topik diskusi yang paling hangat dibicarakan. Mulai dari konsep sampai dengan implikasi penerapan UHC di berbagai negara ramai dibahas pada berbagai forum internasional. Para pembahas datang dari berbagai latar belakang, yaitu akademisi, praktisi, sampai dengan pembuat kebijakan. Beberapa negara menyatakan telah mencapai target UHC sesuai dengan yang telah direncanakan. Pencapaian ini dilihat dari dimensi pengukuran UHC dan program pelayanan kesehatan. Banyak pula negara yang masih bergelut dengan persiapan penerapan UHC dan banyak negara yang sudah memulai perjalanan menuju UHC.

Pada tahun 2019, ditargetkan seluruh masyarakat Indonesia telah terdaftar menjadi anggota BPJS Kesehatan. Apabila ditahun 2019 tersebut sudah tercapai UHC, BPJS Kesehatan tetap membuka pendaftaran bagi peserta baru khususnya bagi bayi yang baru lahir, warga Indonesia yang baru kembali dari luar negeri, penduduk asing yang baru masuk ke Indonesia, dsb. Pencapaian UHC pada tahun 2019 ini menunjukkan Indonesia telah tertinggal 17 tahun dibandingkan Thailand dan tertinggal 62 tahun dibandingkan dengan Malaysia. Konsistensi dalam penerapan JKN perlu dijaga untuk menjamin kesinambungan JKN sehingga target untuk mencapai UHC tahun 2019 dapat dicapai. Pandangan para pengambil kebijakan perlu disatukan untuk meningkatkan konsistensi sikap terhadap penerapan JKN di Indonesia. Pergantian pemerintahan seharusnya tidak menganggu kesinambungan JKN.

Di negara Amerika Latin Sejak akhir tahun 1980-an, mulai di lakukan reformasi di sektor sosial untuk mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial ekonomi, meningkatkan drajat kesehatan, dan memberikan perlindungan terkait dengan risiko keuangan. Reformasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan sehingga bias mengurangi kesenjangan dalam akses kesehatan dan hasilnya difokuskan pada perluasan cakupan kesehatan secara menyeluruh, terutama bagi warga miskin. Negara-negara seperti Brazil dan Kuba memperkenalkan sistem Health coverage yang dibiayai dari pajak.

Universal health coverage adalah suatu sistem yang akan memastikan bahwa semua orang memiliki akses terhadap kegiatan  promotif, preventif, pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif, kualitas yang cukup untuk menjadi efektif yang di perlukan, dan memastikan bahwa orang tidak mengalami kesulitan keuangan ketika membayar untuk layanan ini. Oleh karena itu Universal health coverage telah menjadi tujuan utama reformasi kesehatan di banyak negara dan tujuan prioritas WHO.

WHO Indonesia fokus pada:

  1. Pembangunan kapasitas UHC untuk pejabat manajemen menengah di Depkes, BPJS, Bappenas, Depkeu, dll
  2. Pemantauan evaluasi dan penilaian pelaksanaan UHC di tingkat nasional dan subnasional yang bekerjasama dengan universitas dan pusat penelitian untuk masukan pengembangan kebijakan, pelatihan NHA, pelembagaan dan produksi tahunan
  3. Pengembangan clinical governance dan pedoman jalur klinis untuk membantu meningkatkan proses internal kesehatan berkualitas dan sistem pembayaran provider.

1.      Universal Health Coverage and Health Care Financing Indonesia, WHO 2017

2.      Health-system reform and universal health coverage in Latin America, Prof Rifat Atun at all, 15 October 2014, Volume 385, No. 9974, p1230–1247, 28 March 2015.